Pertumbuhan properti di Bogor

bogor

Kawasan Sentul di daerah Bogor pada beberapa waktu terakhir semakin berkembang menjadi pusat pertumbuhan properti baru di wilayah penyokong Jakarta. Di kawasan ini banyak tumbuh perumahan dengan segmentasi untuk kalangan menengah ke atas, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung yang sangat memadai. Mulai dari jalan raya hingga fasilitas umum dan sosial.
Menurut sebuah situs www.samgrup.com, yang melakukan survei kepada sekitar 6.700 responden, kawasan tersebut merupakan lokasi favorit untuk berinvestasi. Sebanyak 39 persen responden menyatakan hal ini. Sedangkan lokasi lainnya yang menjadi incaran adalah Jonggol dan Cileungsi dengan 15 persen, Cikarang 10 persen, Pasar Kemis Tangerang 7 persen, dan 5 persen di Karawang. Sedangkan sisanya merupakan daerah lain. General Manager www.samgrup.com Antoni Roberto mengatakan bahwa area tersebut menjadi lokasi baru yang dianggap menarik oleh masyarakat dibandingkan lokasi yang sudah berkembang saat ini. “Karena untuk kawasan favorit lain, seperti Serpong, kan sudah mulai mendekati titik jenuh. Sehingga harga properti di daerah tersebut saat ini sudah naik sangat tinggi,” ujarnya, seperti yang dilansir oleh bisnis.com.
Hal lain yang turut mempengaruhi tingginya minat untuk berinvestasi di kawasan Sentul adalah adanya kemudahan akses transportasi. Seperti akses tol Sentul hingga Bogor Outer Ring Road.
Sejalan dengan perkembangan infrastruktur tersebut, harga properti pun semakin melejit. Contohnya perumahan di Sentul City yang tercatat paling murah bertengger di harga Rp 700 juta. Itu pun sangat terbatas, seperti data yang tertulis pada okezone.com. Sementara sebagian besar huniannya telah berada pada kisaran harga Rp 1 miliar hingga Rp 15 miliar. Namun demikian masih ada beberapa properti yang mempunyai harga relatif terjangkau, semisal yang dikerjakan oleh PT Nuansa Pesona Asri, dengan The Nature di kawasan Pemkab Bogor dan Metro Residence di Jalan Raya Bogor. Mereka rata – rata menawarkan hunian dengan tingkat harga yang lebih kompetitif, yaitu berkisar antara Rp 500 juta hingga Rp 1,5 miliar.
Walaupun mempunyai segmentasi harga yang berbeda, namun semua pengusaha properti sepakat bahwa daerah Sentul akan terus berkembang. Seiring dengan kemajuan infrastruktur Kota Bogor dan kawasan sekitarnya. Sehingga kondisi tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh pengamat properti Ali Tranghada, bahwa sebelum memilih tempat sebagai investasi, masyarakat biasanya terlebih dahulu mencari informasi apakah daerah tersebut layak untuk dijadikan tempat investasi. ”Akses jalan tol dan kejelasan konsep kawasan perumahan di suatu daerah menjadi salah satu alasan masyarakat untuk berinvestasi properti,” tandasnya.

www.sam.agent.co.id

About samgrup

SAM Grup Indonesia| Partner in Real Estate | Properties Consultant | Contractor | Developer | Design Interior| Property News | Products & Services.
This entry was posted in News and tagged . Bookmark the permalink.